Menginjak usia remaja seorang anak akan lebih berorientasi dengan dunia sosialnya ketimbang dengan keluarganya sendiri. Mereka akan sering membuat janjian dengan teman temannya entah itu untuk main, belajar atau sekedar minum makan di tempat favourite mereka. Perubahan drastis ini tentunya akan membuat orang tua merasa agak terpisah dengan anaknya yang selama ini selalu bersamanya. Contohlah misalnya jagong diajak, ke pasar diajak, makan bersama di restourant selaulu ikut, pergi ke rumah saudara dan sebagainya, akan tetapi setelah remaja, katakanlah setelah SMA mereka selalu punya janjian sendiri dengan teman temannya, terutama teman dekatnya atau sahabat. Dari sini saja seringkali terjadi konflik antara orang tua yang sering diwakili dengan ibu dengan anaknya, bapak bapak biasanya diam sambil mencari solusi terbaik.... (semoga prasangka ini benar).
Jika konflik sederhana ini sering berlaku dan berulang, atau bahkan konflik lainnya yang lebih heboh lebih sering juga terjadi maka hubungan antara si remaja dengan orang tuanya akan semakin renggang. Semakin renggang akan semakin membuat komunikasi menjadi semakin sulit, disini biasanya terjadi mis komunikasi, ketidakharmonisan dan lainnya.
Cara yang paling ampuh untuk mengatasi masalah ini adalah dengan berakrab ria dengan anak remajanya. cara untuk akrab adalah dengan menggunakan bahasa hati, yaitu dengan berusaha masuk ke dunia anaknya. Misalnya anak mengajak mebicarakan mengenai sahabatnya coba dengarkan dan dengarkan sambil sesekali mengapresiasi dengan penuh ketulusan. Insya Allah dengan cara seperti ini anak akan nurut kepada orang tua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar